Obat-obatan Yang Aman Dikonsumsi Saat Hamil

obat-untuk-ibu-hamil

Bagi para ibu hamil salah satu kekhawatiran yang selalu membayanginya adalah terjangkit penyakit dan tak tahu harus bagaimana jika sudah terjangkit penyakit, maka timbul pertanyaan dikalangan para ibu hamil apakah ada obat-obatan yang aman dikonsumsi saat hamil atau apakah ada obat-obatan yang jika dikonsumsi akan berdampak pada janin.

Menurut Alane Park, dokter dan penulis buku The Mommy Docs Ultimate Guide To Pregnancy and Birth, kebanyakan obat cukup aman dikonsumsi selama kehamilan. Berikut adalah rekomendasi obat-obatan yang aman dikonsumsi.

-Penghilang nyeri
Obat golongan parasetamol aman dikonsumsi selama mengikuti dosis yang dianjurkan. Jenis pereda nyeri lainnya adalah ibuprofen dan naproxen tidak disarankan karena bisa mengurangi kadar cairan ketuban pada semester akhir kehamilan. Obat ibuprofen juga bisa membuat pembuluh darah di jantung bayi menutup sebelum waktunya.

-Sembelit
Kesulitan BAB saat hamil adalah hal yang wajar karena peningkatan hormon progesteron yang memperlambat sel otot sehingga gerakan usus tidak aktif. Beberapa jenis obat pencahar yang dijual bebas sebenarnya cukup aman, tetapi keluhan sembelit dapat diatasi dengan memperbanyak asupan serat.

-Gangguan pencernaan dan Heartburn
Kenaikan hormon progesteron juga bisa menyebabkan keluhan heartburn (serangan panas di dada). Hormon itu memengaruhi sel otot di antara lambung dan esofagus sehingga asam lambung gampang naik.

Obat yang dijual bebas biasanya tidak terlalu kuat, namun sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Makan dalam porsi kecil tetapi sering, dan hindari makan berat dua jam sebelum tidur untuk mengurangi gejalanya.

-Infeksi
Jika Anda menderita infeksi, seperti radang tenggorokan atau infeksi saluran kemih, biasanya diperlukan antibiotik. Obat-obatan golongan penisilin cukup aman dan tidak pernah ada laporan adanya kasus cacat lahir atau gangguan kesehatan pada bayi terkait obat ini.

-Jamur
Infeksi jamur juga cukup sering terjadi saat kehamilan. Kondisi ini sebenarnya tak berbahaya bagi bayi, tetapi menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu karena rasa gatal pada vagina.

Obat pil antijamur tidak dianjurkan karena memiliki efek samping berbahaya bagi janin. Sebaiknya konsumsi obat krim dosis rendah untuk dioleskan pada organ intim.

-Salesma
Obat-obatan yang dijual bebas, seperti obat semprot hidung atau obat batuk, aman untuk ibu hamil. Tetapi, hindari kombinasi obat-obatan, misalnya obat parasetamol dengan obat batuk. Sebaiknya pilih gejala paling mengganggu yang ingin diobati dan beli obat spesifik itu.

-Flu
Kekebalan tubuh saat hamil memang tidak sekuat sebelum kehamilan, ini sebabnya ibu jadi rentan terinfeksi virus. Untuk gangguan flu berat, obat antivirusoseltamivir (tamiflu) tergolong aman untuk mengurangi gejala dan durasi sakit.

-Untuk penyakit kronik
Jika ibu hamil menderita penyakit kronik sejak sebelum kehamilan, misalnya asma, diabetes, atau hipertensi, konsultasikan dengan dokter apakah obat-obatan yang selama ini dikonsumsi boleh dilanjutkan. Pada umumnya pengobatan boleh dilanjutkan, tetapi dalam dosis paling rendah. Tujuannya adalah membuat penyakit tetap terkontrol, karena risikonya bisa lebih besar bagi bayi.

Jadi untuk para ibu hamil artikel diatas adalah referensi dan rekomendasi semata menurut Alane Park, dokter dan penulis buku The Mommy Docs Ultimate Guide To Pregnancy and Birth, kami tetap menyarankan jika kondisi kesehatan ibu dan bayi terganggu segera konsultasikan dengan dokter untuk langkah pencegahan ataupun pengobatannya . Semoga artikel ini bermanfaat ya guys

Sumber

Tinggalkan Balasan