Menu

Boleh atau Tidak, Jogging Saat Hamil?

Boleh atau Tidak, Jogging Saat Hamil?

Selama masa kehamilan, melakukan olahraga secara teratur sangatlah penting. Hal ini berkaitan dengan kesehatan baik ibu dan janin yang ada dalam kandungan. Pertanyaannya, jenis olahraga apa yang sebaiknya dipilih? Berenang, jalan santai hingga Jogging atau istilahnya lari. Bisakah? Yup, bunda boleh melakukannya sepanjang :

Mendapat Izin dari Dokter

 

Jika bunda tidak ada riwayat keguguran, tidak memiliki resiko apapun selama kehamilan serta dokter pun sudah memberi izin maka bunda bisa melakukan olahraga ini. Hanya saja, perhatikan kuantitasnya dalam artian jangan berlari dengan tenaga berlebih.

Begitu juga dengan pemilihan waktu dimana sebaiknya jangan melakukan olahraga bila cuaca dalam keadaan panas atau dingin. Kondisi area untuk berolahraga pun sebaiknya pilih yang aman alias tidak terjal.

 

Mengurangi Kecepatan

 

Tempo lari sebaiknya disesuaikan dengan alat pengukur detak jantung. Pastikan, detak jantung bunda tidak lebih dari 140 detak per menit. Oh ya, detak jantung bunda saat ini akan jauh lebih cepat dibandingkan sebelum hamil. Hal ini terjadi karena bertambahnya berat badan dan volume. Untuk itu, dengan kondisi yang ada maka sebaiknya bunda mengurangi kecepatan lari agar detak jantung aman serta tidak tersengal-sengal.

 

Selalu Mengukur Heart Rate

 

Perlu bunda ketahui jika jarak lari yang bisa ditempuh sesuai dengan kondisi jantung pada saat latihan. Nah, kalau tidak sesuai dengan rate maka resiko serangan jantung pun bisa terjadi. Bagaimana menghitungnya? Bunda bisa menggunakan beberapa aplikasi yang bisa didownload seperti Heart Rate Monitor, iRunner Heart Rate Training dan iCardio GPS Heart Rate Training.

 

Maraton?

 

Jika bunda sudah sering melakukan marathon sebelum masa kehamilan, maka sah sah saja dilakukan sepanjang di bulan bulan pertama masa hamil. Akan tetap, sangat tidak dianjurkan jika sudah memasuki trimester kedua dimana beban di tubuh sudah semakin bertambah. Bunda juga harus mengurangi tempo serta jarak lari dan lakukan ini setidaknya tiga kali dalam seminggu.

 

Memperhatikan Sinyal Tubuh

 

Jika bunda merasakan sakit khususnya di bagian pinggul, lutut serta tulang kemaluan jangan diabaikan begitu saja. Perlu bunda ketahui jika bagian ini memang sangat rentan terjadi di kala hamil. Nah, jadikan rasa sakit ini sebagai pertanda untuk memberhentikan latihan atau berolahraga dan segeralah untuk memeriksakan ke dokter.

 

Mengubah Jenis Olahraga

 

Biasanya, menginjak usia kehamilan 6 bulan ke atas, banyak ibu hamil yang sudah merasa tidak nyaman lagi untuk sekedar berlari. Meski demikian, tidak ada alasan untuk berhenti berolahraga hanya saja gantilah jenis latihan seperti berenang, jalan santai dan lainnya. Oh ya, bunda juga bisa melakukan olahraga air yang paling banyak direkomendasikan karena mengurangi berat tubuh yang kian hari kian meningkat.

 

Baca Juga Manfaat Jantung Pisang Bagi Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *