Menu

Dasar-Dasar Pemberian Nama

Dasar-Dasar Pemberian Nama 

Nama adalah sebuah identitas yang melekat pada diri seseorang nama bukan sebagai pembeda tetapi bentuk harapan karakter seseorang. Maka alangkah baiknya jika sejak awal nama telah menyiratkan sesuatu seperti terdengar indah untuk anak perempuan, terdengar gagah untuk nama laki-laki dan lain sebagainya. Nama mau tidak mau menjadi bagian dari brand image seseorang. Karena itu jika anda sebagai orang tua menginginkan anak yang sholeh berilah nama secara islam agar identitas ke islam nya melekat dengan baik.

Dalam islam, pemberian nama yang baik menekankan harapan mulia yang kita torehkan sebagai langkah awal perjalanan hidup sianak. Tujuan kita memeberi dan memilih nama yang terbaik adalah agar hal tersebut menjadi doa bagi buah hati kita. Urusan memeberi nama bisa di katakana mudah-mudah gampang karena saat pengambilan keputusan selalu jadi pertimbangan apalagi orang tua selalu akan terpengaruhi tren masa kini yang sedang ramai misalkan dengan artis, bintang filem, penyanyi atau karakter yang terkenal lainnya. Pertimbangan ini mungkin sekedar agak keren. Padahal ada beberapa aturan pemberian nama yang sayangnya di lupakan orangtua.

Sebenernya bagaimana sih pemberian nama dalam islam yang baik?

Dalam syariat yang sempurna. Islam memperhatikan kenyataan ini dan menetapkan dasar hukum yang mengatur pentingnya persoalan pemberian nama. Dengan demikian umat islam dapat mengetahui setiap masalah yang berkenaan dengan anak yang baru lahir.

Waktu Pemberian Nama

Perkara kapankah sebaikanya anak sudah di beri nama ? Riwayat pertama adalah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda

“Seorang anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, maka disembelihkan kambing untuknya pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya dan di beri nama.” (HR. Nasa’l Abu Daud & Ahmad).

Melalui hadis ini diriwayatkan bahwa pemberian nama kepada anak dilakukan pada hari ketujuh  dari kelahirannya. Ketika aqiqah berlangsung bayi harus sudah memiliki nama yang lengkap dan di umumkan kepada orang lain.

Namun, ada pula hadis sahih lain yang menetapkan bahwa pemberian nama dilakukan tepat pada hari kelahirannya. Apalagi dengan teknologi canggih masa kini, jenis kelamin dapat di ketahuisejak usia kehamilan memasuki enam bulan. Dengan demikian setidaknya orang tua sudah memiliki rencana nama bagi buah hatinya kelah.

Riwayat yang menguatkan pendapat ini ialah sebuah riwayat dari Bukhari Dan Muslimbahwa Sahal bin Sa’ad As Sa’idi berkata, “Al Mundzir Ibnu Abi Usaid dibawa ke Rasulullah meletakannyadi atas paha beliau, sedang Abi Usaid duduk.” Lalu Rasulullah bersenda gurau dengan Sesutu yang ada pada kedua tangannya kemudia Abi Usaid menyuruh agar anaknya itu di ambil dari paha Rasulullah, lalau beliau Sholallohu alaihi wassalam bertanya di mana anak itu?. “Rasulullah bertanya lagi, “Siapa namanya?” Abi usaidmenjawb “Si Fulan.” Maka Rasulullah bersabda “Jangan, tetapi namkanlah ia dengan Al Mundzir.

Selain itu dalam Sahih Muslim dari sulaiman bin Al Mughirah dari tasbih Anas radaiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bawalah Rasulullah Sholallohu alaihi wassalam pernah berkata :

“Tadi malam anakau telah lahir. Kemudian aku menamakannya Abu Ibrahim .”(HR. Muslim)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *