Menu

Infeksi Disekitar Rumah Sakit

Ancaman Infeksi Di Lingkungan Sekitar Rumah Sakit

Ancaman Infeksi Di Lingkungan Sekitar Rumah Sakit. Kesehatan yang baik tergantung antara yang terletak di lingkungan yang aman. Seperti di rumah sakit, para ahli atau teknisi yang memulihkan atau mencegah penularan infeksi membantu klien dan pekerja kesehatan dari penyakit. Infeksi merupakan proses invasif oleh mikroorganisme dan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit.
Setiap tahun dipulihkan sekitar 2 juta klien mengalami infeksi saat diterjemahkan dirumah sakit. Hal itu terjadi akibat daya tahan tubuh yang terhambat saat dibahas di rumah sakit sehingga melawan mikroorganisme penyebab penyakit, peningkatan kesadaran terhadap mikrooganidme dan prosedur penanganan invasif terhadap pasien di rumah sakit.
Mikroorganisme bias di setiap tempat, misalnya di udara, tanah, permukaan tubuh seperti kulit, saluran pencernaan dan area terbuka lainnya.infeksi yang diderita klien karna dipahami di rumah sakit, padahal sebelumnya klien tidak dapat digunakan, dinamakan infeksi nosokomial.

Infeksi nosokomial

Infeksi nosokomial bersumber dari petugas kesehatan, pasien yang lain, alat dan bahan yang digunakan untuk perawatan selain dari lingkungan rumah sakit. Faktor lain yang mempengaruhi perpindahan antara faktor lain yang dipengaruhi oleh faktor internal (seperti usia, penggunaan obat, penyakit penyerta, malnutrisi, kolreonisasi flora tubuh normal, hygine pribadi yang rendah, dan pribadi pribadi). Infeksi juga terkait faktor eksternal {misalnya, banyaknya petugas kesehatan yang kontak langsung dengan pasien, banyak prosedur invasif, lama tinggal di rumah sakit, dan lingkungan yang terkontaminasi).

  • ¬†Penyebab infeksi

Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori:

  • Bakteri

Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. Ratusan spesies dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia dan dapat bertahan hidup di lingkungan tersebut. Bakteri masuk melalui udara, udara, tanah, cairan dan jaringan tubuh dan benda mati lainnya.

  • Virus

Virus yang mengandung asam nukelat (asam nukleat), harus masuk sel hidup untuk produksi.

Jamur terdiri dari ragi dan jamur

  • Parasit
  • Parasit hidup dalam lingkungan hidup termasuk kelompok parasit adalah protozoa, cacing dan arthopoda.
  • Pertahanan tubuh normal terhadap infeksi

Tubuh memiliki pertahanan normal. Setiap sistem organ memiliki perlindungan terhadap agen infeksius. Flora normal tubuh yang tinggal di dalam dan luar tubuh seseorang dari beberapa patogen. Flora norma, sistem pertahan tubuh dan inflamasi adalah pertahanan non spesifik yang melindungi terhadap mikroorgnisme. Secara normal tubuh memiliki mikroorganisme yang berada di lapisan permukaan dan di dalam kulit, air liur, mukosa oral dan saluran gastrointestinal. Manusia juga mampu mengeksresi setiap hari trilyunan mikroba melalui usus.

Flora normal tidak membantu Flora ini bersaing dengan mikroorganisme penyebab penyakit untuk mendapatkan makanan. Selain itu flora normal juga mengeksresi substansi antibakteri dalam dinding usus.

Flora normal kulit menggunakan perlindungan dengan menggunakan multiplikasi perlindungan yang menempel di kulit. Flora normal dalam jumlah banyak mempertahankan keseimbangan yang sensitif dengan mikroorganisme lain untuk mencegah infesi. Setiap faktor yang meningkatkan keseimbangan akan dikeluarkan oleh masing-masing yang ingin melepaskan infeksi.

Bagaimana sistem organ tubuh memiliki pertahanan yang unik terhadap mikroorganisme. Kulit, saluran pernapasan dan saluran pencernaan sangat mudah dimasuki oleh mikroorganisme. Patogen hewan dengan mudah menempel pada permukaan kulit, diinhalasi melalui pernapasan atau dicerna melalui makanan.

  • Mencuci tangan untuk mencegah infeksi

Untuk menghindari infeksi antara lain dilakukan dengan menggunakan tangan. Mencuci tangan merupakan kegiatan menyelamatkan bagian telapak, punggung tangan dan jari agar bersih dari kotoran dan membunuh kuman penyebab penyakit, yang merusak kesehatan manusia serta membuat tangan menjadi harum baunya.

Aktivitas menggunakan tangan disepelekan dan dilupakan setelah melakukan pekerjaan dan sebelum makan, sehingga mereka terserang penyakit yang diperlukan dari tangan manusia.

Agar dapat mencuci tangan yang baik dan sehat, maka gunakan beberapa peralatan yaitu sabun / antiseptik, air bersih dan lap / tisu bersih. Agar hasil cuci tangan maksimal dapat dilakukan dengan tangan, tidak terburu-buru, serius dan teliti dilakukan selama 20 detik. Dengan melakukan pencucian tangan yang bersih dan teratur dapat menjauhkan kita dari virus, bakteri dan kuman penyebab penyakit yang umumnya menyerang sistem pencernaan tubuh.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *