Menu

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Buah dan sayur memiliki kandungan nutrisi atau zat kimia yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Konsumsi buah dan sayur bisa dibuat sebagai menu pelengkap agar memenuhu sehat karena buah dan sayur juga bisa dibuat menu wajib untuk makanan sehari-hari. Konsumsi buah dan sayur setiap hari sangat dibutuhkan. Sayur dan Buah-buahan yang mengandung banyak serat juga mengandung vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, sangat baik jika setiap hari mengonsumsi 5 porsi buah dan sayur. Konsumsi buah dan sayur juga bisa di jadikan pola makan alami yang mudah dan murah. Oleh karena itu perlu perlu apa saja. Manfaat buah dan sayur yang kita konsumsi sehari-hari dilihat dari kandungan gizi dan khasiatnya yang termasuk dalam buah dan sayur.

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Vitamin adalah senyawa organik yang tersusus dari karbon, hidrogen, dan nitrogen, atau tidak ada yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, agar, pertumbuhan dan perkembangan berjalan normal. Vitamin hanya dapat diperoleh dari makanan dan tidak dapat menghasilkan energi. Pada umumnya, vitamin akan rusak dalam proses penyimpanan dan pengolahan yang salah. Setiap vitamin yang dimiliki fungsi khusus di mana beberapa vitamin yang diberikan bersama-sama dalam fungsi tubuh seperti memacu dan meningkatkan pertumbuhan kesehatan, memperkuat sistem saraf, makan yang normal, dan menggunakan zat-zat makanan.

  •  Vitamin A

Buah-Buahan yang banyak mengandung vitamin A antara lain alpukat, sirsak, apel, belimbing, jambu biji, kiwi, melon pepaya pisang, semangka. 

Sayur yang mengandung Vitamin A antra lain wortel bayam, brokoli, kangkung, labu kuning, kacang panjang dan seledri buah dan sayur yang mengandung Vitamin A Berkhasiat untuk:

  • Pembentukan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina.
  • Menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh.

 

  •  Vitamin B1

Buah-buahan yang banyak mengandun vitamin B1 antra lain kiwi, buah naga, kismis, semangka, pisang dan mentimun. Sayuran yang banyak mengandung vitamin B1 adalah kancang panjang dan kangkung.  

Vitamin B1 (tiamin) berbentuk konzim tiamin pirofostat banyak ditemmukan pada nasi, sereal, tepung terigu, udang, kepiting atau kerang. Vitamin B1 bekerja untuk mengubah zat makanan menjadi energi.

Vitamin B2 (riboflavin), pada umumnya ditemukan sebagai pigmen kuning kehijauan yang bersifat florensen. Bersumber dari bahan makanan seperti susu, keju ayam, brokoli bayam dan jamur vitamin B2.

Vitamin B3 (niasin), merupakan istilah genetik untuk asam nikotinat dan turunan alaminya nikotinmida. Vitamin B3 memperbaiki kesehatan kulit, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki sistem pencernan, serta membantu mengubah makanan menjadi energi.

  • Vitamin C

Merupakan kristal putih yang mudah larut dalam udara. Vitamin C memiliki sifat yang stabil dalam larutan alkali, stabil dalam larutan kering dan dalam larutan asam. Bila bersentuhan dengan udara (oksidasi), vitamin C akan mudah rusak jika dibuang panas. Proses oksidasi tersebut dipercepat dengan menghadirkan zat tembaga dan besi.

Sumber terbesar vitamin C ada pada pepaya, strobberi, jeruk kiwi, jambu biji, anggur, mangga, nanas, kelengkeng, melon pisang dan alpukat. Vitamin C juga dapat diperoleh di sayuran hijau seperti brokoli, kembang kol, sawi, kubis, paprika merah, cabe rawit, bayam mentah, seledri dan mentimun. Vitamin C melakukan untuk mensukseskan kolagen, absorpasi, dan injeksi besi, absorpsi kalsium, pencegahan infeksi Selain itu vitamin C juga dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit kanker yang dapat mencegah pembentukan nitrosamin yang dapat mencegah karsinogenik dan dapat digunakan dalam serum trigliserida serum tinggi yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit.

  • Vitamin D

Sumber Vitamin D terbesar adalah sinar ultraviolet pada cahaya matahari antara jam 6 – 9 pagi. Siapapun yang mendapat sinar matahari tidak perlu lagi mengonsumsi makanan bervitamin D, seperti telur, mentega, minyak ikan berlemak, argarin yang berbahab minyak kelapa sawit atau susu,

  • Vitamin E

Secara umum terdapat dalam 4 bentuk, yaitu, alfa, beta, gama, dan tokoferol. Bahan ini merupakan antioksida utama yang dapat dicerna oleh empedu hati. Vitamin E membantu memperbaiki integritas sel dalam struktur, sintesis DNA, memperbaiki reaksi, mencegah penyakit jantung koroner, mencegah keguguran dan strelisasi serta mencegah ganggan menstruasi. Vitamin E murni tidak memiliki bau warna. sumber makanan yang mengandung vitamin E, antara lain biji-bijian matahari, tauge, minyak gandum, minyak kelapa, alpukat, tomat, hati, telur, mentega, susu, dan daging.

Kandungan Gizi Buah dan Sayur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *