Menu

Masalah Gizi Pada Bayi Dan Balita

Pada Bayi Dan Balita

Pada umumnya, masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak balita tetap menjadi masalah gizi utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah gizi utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah gizi secara langsung disebabkan oleh asupan yang kurang dan tinggi penyakit infeksi. Hal ini berkaitan dengan lingkungan hidup dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai, aksesibilitas makanan, perawatan ibu yang tidak adekudat ,, serta menambah pengetahuan ibu tentang cara menyediakan makanan yang baik untuk anak.

Dari berbagai sumber data yang ada perkembangan masalah gizi dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu:
1. Masalah gizi yang secara umum sudah terkendali
2. Masalah yang belum dapat diselesaikan (belum selesai)
3. Masalah gizi yang telah meningkat dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat (muncul)

Menkes menyatakan tiga masalah gizi yang sudah dikendalikan, yaitu kekurangan vitamin A pada anak balita, gangguan kurang yodium, dan anemia gizi pada anak 2-5 tahun. Menkes menjelaskan masalah gizi yang belum selesai masalah gizi pendek dan pendek. Menurut hasil penelitian kesehatan dasar, mencerminkan faktor pengetahuan dan prilaku masayarakat sangat mempengaruhi terhadap gizi yang kurang dimasyarakat. Data lain juga menunjukkan gizi kurang dipengaruhu oleh tingkat pendidikan.


Berikut masalah gizi yang sering ditemukan pada bayi:

  1.  Marasmus. Merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh tubuh yang kekurangan protein dan kalori. Penyakit ini biasanya terjadi karena energi tubuh yang kekurangan. Semakin penyakit marmus akan semakin sulit tumbuh dan membaik.
  2. Kwashiorkor. Air susu Ibu (ASI) Kwashiorkor adalah bentuk MEP yang disebabkan oleh protein yang rendah, seperti yang ditimbulkan protein akuat.penyakit ini memiliki kemiripan dengan penyakit marasmus, dan Kwashiorkorditandai dengan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.
  3. Marasmus – Kwashiorkor. Penyakit ini memiliki gejala klinik marasmus dan Kwashiorkor. Selain menampakan ciri-ciri dari gejala penyakit marasmus dan Kwashiorkor penyakit ini juga memiliki gejala penurunan berat badan sekitar 50% dari berat normal.
  4. Kekurangan vitamin A. Kekurangan vitamin A dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan kadar vitamin A dalam darah dilabolatorium yang disetujui menunjukkan kadar vitamin A dalam darah rendah. Kekeuranagn vitamin A dapat mempengaruhi perkembangan organ pada anak.
  5. Obesitas. Obesitas sejak usia balita akan menjadi masalah dikemudian hari dimana bisa obesitas dapat melarutkan penyakit. Obesitas memiliki banyak sisi negatif seperti cepat lelah, diabetes, diabetes, tekanan darah tinggi dan banyak bahaya penyakit lainnya.
  6. Anemia. Pada bayi anemia diartikan sebagi penyakit kekurangan gizi. Terjadinya anemia dapat terjadi saat kompilasi vitamin dan vitamin B12. Mudah tubuh mudah lemas dan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari.
  7. Rafkhitis. Merupakan penyakit yang disebabkan oleh konsumsi vitamin D dan kalsium yang rendah, maka akan terjadi hipoksalekemia yaitu jumlah kalsium yang sedikit dalam darah dan didorong oleh kelainan pada saat perbaikan otot saraf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *