Menu

Pencegahan Pada Penyakit TBC

Pencegahan Pada Penyakit TBC

Pencegahan primerBerikan tes kulit tuberkulosis untuk:

  • Orang yang mengubah tanda dan hasil pemeriksaan laboratorium abnormalitas yang diterbitkan oleh tuberkulosis aktif.
  • Orang yang kontak dengan penderita TB atau TBC aktif sebara klinis.
  • Orang yang beresiko tinggi
  • Hasil rontgen abnormal

Pencegahan sekunder

Kontrol hentikan penggunaan dengan topeng, tutup mulut bila batukdan buang dahak dengan benar.

Evaluasi seseorang yang tes kulit TB positif tetapi tidak aktif untuk menguji pertentangan dengan obat isoniazid.c.

Pencegahan tersier

Klien harus menjalankan terapi pengobatan dengan tuberkulosis lengkap dan lengkap.

Mengubah, mencegah dan menginstal tingkah seseorang yang memperbaiki perwatan TB. (Black, et-al, 1997, h. 1140) Upaya pencegahan dan pemberantasan TB-Paru dilakukan dengan langsung Mengamati Pengobatan Shortcource (DOTS) atau pengobatan TB-Paru dengan Pengawas Menelan Obat (PMO). Kegiatan ini membahas penemuan penderita dengan pemeriksaan kesehatan yang ditindaklanjuti dengan paket perawatan. Dari hasil penemuan kasus TB BTA + maka diperoleh angka Angka Deteksi Kasus (CDR) selama tahun2004 di Sulsel (termasuk 4 kabupaten di Sulawesi Barat) sebesar 92%.

Pengobatan Penyakit TBC

Tujuan terpenting dari tata laksana pengobatan tuberkulosis adalah eradikasi cepat M.tuberculosis, mencegah resistensi, dan mencegah komplikasi

Jenis dan dosis OAT:

Isoniazid (H) Isoniazid (dikenal dengan INH) adalah bakterisid, efektif terhadap kuman dalam keadaan metabolik aktif, yaitu kuman yang sedang berkembang. Efek samping yang mungkin timbul adalah neuritis perifer, hepatitis rash, demam Bila terjadi ikterus, pengobatan dapat diambil dosisnya atau dihentikan hingga ikterus membaik. Efek samping ringan dapat membentuk kesemutan, nyeri otot, gatal-gatal. Pada kondisi ini, pemberian INH dapat diteruskan sesuai dosis.

 

Rifampisin (R) Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman semi-dorman (persisten). Efek samping rifampisin adalah hepatitis, mual, reaksi demam, trombositopenia. Rifampisin dapat menyebabkan warnam merah atau jingga pada air seni dan keringat, dan itu harus diberitahukan pada keluarga atau penderita agar tidak menjadi cemas. Warna merah tersebut terjadi karena proses metabolism obat dan tidak berbahaya.

 

Pirazinamid (P)Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam.Efek samping pirazinamid adalah hiperurikemia, hepatitis, atralgia

Streptomisin (S)Bersifat bakterisid, efek samping dari streptomisin adalah nefrotoksik dan kerusakan nervuskranialis VIII yang berkaitan dengan keseimbangan dan pendengaran.

Etambutol (E) Bersifat bakteriostatik, etambutol dapat menyebabkan berkurangnya penglihatan ketajaman penglihatan, buta warna merah dan hijau, serta neuritis optik.

Komplikasi Penyakit TBC

TBC paru-paru jika tidak disetujui dengan benar dan baik akan menimbulkan komplikasi.Komplikasi terdiri atas:

Komplikasi dini : Pleuritis, Efusi pleura, Empiema, Laringitis.

Menjalar ke organ lain (otak, tulang, ginjal, kulit dan usus). b.

Komplikasi lanjut Obstruksi jalan nafas (Sindrom Obstruksi Pasca Tuberkulosis).

Kerusakan parenkim berat (SOPT / Fibrosis Paru, Kor Pulmonal).

Amiloidosis, Karsinoma paru. Sindrom Gagal Nafas Dewasa (ARDS), sering terjadi pada TB milier dan kavitas TB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *