Menu

Pengaruh Status Gizi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi

Pengaruh Status Gizi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi

Pada umumnya tumbuh kembang anak selain dipengaruhi oleh factor keturunan juga dipengaruhi oleh factor lingkungan. Adapun factor lingkungan yang berpengaruh adalah masukan makanan (diet) sinar matahari, lingkungan yang bersih, latihan jasmani, serta keadaan kesehatan. Pemberian makanan yang berkualitas disertai dengan jumlah kuantitasnya juga akan menunjang tumbuh kembang anak. Sehingga bayi dapat tumbuh normal dan sehat atau teerbebas dari suatu penyakit. Makanan yang diberikan pada bayi dan balita akan digunakan untuk pertumbuhan badan. Status gizi dan pertumbuhan anak akan dipake sebagai ukuran untuk memantau kecukupan gizi tersebut.

Pada balita dibutuhkan menu seimbang untuk mencukupi kebutuhan tumbuh kembang anak. Adapun kombinasi dari berbagai bahan pada menu seimabng tersebut antara lain :

  1. Karbohidrat, yang didapat dari nasi, kentang, sereal/mie. Kenalkan berbagai jenis karbohidrat secara bergantian. Selain sebagai menu utama karbohidrat bias juga diolah sebagai makanan selingan.
  2. Buah dan sayur. Seperti pisang, papaya, jeruk, tomat dan wortel. Jenis sayur beragam mengandung zat gizi berbeda. Berikan setiap hari baik dalam bentuk segar atau diolah menjadi jus.
  1. Susu dan produk olahannya, seperti susu pertumbuhan, keju, dan yoghurt.
  2. Protein, yang didapat dari ikan, susu, telur, daging dan kacang-kacangan. Bila timbul alergi sewaktu pemberiannya tunda atau ganti dengan sumber protein yang lain.
  3. Lemak, yang didapat dari minyak, santan, mentega, roti, dan kue. Beberapa bahan tersebut juga mengandung omega 3 dan 6 yang penting untuk perkembangan otak.

Gizi merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak. Gizi mulai dipenuhi ketika anak masih berada dalam kandungan sampai dengan masa setelah kelahiran. Jika kebutuhan gizi bayi tidak dapat terpenuhi, maka bias saja kondisi bayi saat lahir akan tidak normal. Adapun beberap factor yang mempengaruhi pemberian makan pada bayi antara lain :

  1. Kerja sama Ibu dan anak. Dimulai pada saat kelahiran bayi di lanjutkan sampai dengan anak maupun sendiri. Makanan hendaknya menyenangkan bagi anak dan ibu. Ibu yang terganggu , cemas, mudah marah merupakan suatu kecenderungan menumbulkan kesulitan makan pada anak.
  2. Memeulai pemberian makan sedini mungkin. Pemberian akan sedini mungkin mempunyai tujuan yang menunjang proses metabolisme yang normal. Untuk pertumbuhan, menciptakan hubungan lekat ibu dan anak mengurangi resiko terjadinya hipoglikemia. Hiperkalami, hiperbilirubinemia, dan azotemia.
  3. Mengatur sendiri. Pada awal kehidupannya. Secara tidak langsung bayi akan mengatur keperluan akan makanan dengan sendirinya.
  4. Peran ayah dan anggota keluarga lain.
  5. Menentukan jadwal pemberian makanan bayi.
  6. Umur dan berat badan.
  7. Diagnosisi dari penyakit dan stadium (keadaan).
  8. Keadaan mulut sebagai alat penerimaan makanan
  9. Kebiasaan makan (kesukaan, ketidaksukaan dan aceeptability dan jenis makanan dan toleransi dari pada anak terhadap makanan yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *