Menu

Penyebab Penularan Penyakit TBC

Penyebab Penularan Pada Penyakit TBC

Penyakit TBC umumnya menular melalui bakteri yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dirilis pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak kecil sumber infeksi umum yang dihasilkan oleh penderita TBC. Bakteri ini jika sering masuk dan terkumpul di paru-paru akan berkembang biak menjadi lebih besar, dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau digulung getah bening. Oleh sebab itu, infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, pengendali getah bening, dan lain-lain, sehingga organ tubuh yang paling sering terkena paru-paru.Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segeraakan tumbuh bakteri koloni yang berbentuk bulat.

 

Bakteri imunologis TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembuatan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Dinding yang membuat dinding membuat jaringannya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi tidak aktif. Bentuk-dorman inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.Pada sebagian besar orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dorman sepanjang berjalan. Sementara pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan meningkatkan perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak membentuk ruang di dalam paru-paru.

Ruang inilah yang menjadi sumber produksi Dahak. Semua yang telah memproduksi dahak dapat tumbuh lebih cepat tuberkel berlebih dan positif berhasil TBC. Meningkatnya penularan infeksi yang dimiliki saat ini, banyak membahas dengan beberapa diskusi, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, menghitung jumlah penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal dan menunjukkan epidemi dari penularan HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah / menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam mengatasi infeksi TBC. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah / menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam mengatasi infeksi TBC.Jumlah populasi yang tidak memiliki tempat tinggal dan epidemi infeksi HIV.Jumlah populasi yang tidak memiliki tempat tinggal dan epidemi infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah / menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam mengatasi infeksi TBC.

Faktor- Faktor Resiko Penderita TBC

Individu yang beresiko tinggi untuk TB tertular adalah:

  • Mereka yang berhubungan dekat dengan seseorang yang memiliki TB aktif.
  • Individu imunosupresif (Mengikutsertakan lansia, pasien dengan kanker, mereka yang dalam terapi kortikosteroid atau mereka yang mendukung dengan HIV)
  • Pengguna obat-obatan dan alkoholik
  • Setiap individu tanpa perawatan kesehatan yang adekuat (tunawisma, tahanan, etnik dan ras sebagian besar anak-anak di bawah umur 15 tahun atau dewasa muda di antara yang meningkat 15-44 tahun)
  • Setiap individu dengan gangguan medis yang sudah ada sebelumnya (misalnya diabetes, gagal ginjal kronis, silikosis, penyimpangan gizi, bypass gasterektomi yeyunoileal)
  • Imigran dari negara dengan kejadian TB yang tinggi (Asia tenggara, Afrika, Amerikalatin, karibia)
  • Setiap individu yang tinggal di desa (misalnya fasilitas perawatan jangka panjang, lembaga psikiatrik, penjara)
  • Indivudi yang tinggal didaerah perumahan substandart kumuh
  • Petugas kesehatan

TBC

TBC dapat terbagi menjadi umum dan khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran umum tentang klinis khusus, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinis.a.

 

Masalah sistemik / umum

  • Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya diterima malam hari ditentukan keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan reaksi hilang timbul.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu.
  • Perasaan malaise, lemah. b.

Pemikiran khusus

Tergantung dari organ tubuh mana yang dikeluarkan, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat kontraksi getah bening yangmembesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas yang semakin banyak yang diperlukan.

Jika ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat dibebaskan dengan keluhansakit dada.

Jika mengenai tulang, maka akan terjadi masalah seperti infeksi tulang yang pada saat diberikan saluran dan bermuara pada kulit di atas, pada muara ini akan keluar dari cairan nanah.

Pada anak-anak tentang otak (disebut pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), akibatnya adalah demam tinggi, meningkatkan kesadaran dan kejang-kejang. kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, diperoleh 30% diperoleh berdasarkan pemeriksaan serologi / darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *