Menu

Pertolongan Pertama Pada Orang Pingsan Dan Pada Diare

Pertolongan Pertama Pada Orang Pingsan Dan Pada Diare

Banyak sekali penyebab yang bisa membuat seseorang pingsan. Pingsan bisa disebabkan kelainan jantung kelelahan, emosi, ketakutan, dan lain-lain. Terjadinya pingsan ini di sebabkan kekurangannya darah dan oksigen ke otak. Pingsan tidak disebabkan oleh cedera ia adalah reaksi sistem saraf kepada situasi, seperti tajut, nyeri, atau gangguan emosi yang kuat.

Secara definitif pingsan adalah hilangnya kesadaran yang terjadi secara tiba-tiba dan hanya berlangsung sementara waktu saja. Peristiwa ini bisa terjadi dalam beberapa dekat dan bahkan menit. Gejala yang bisa terlihat adalah penderita biasanya menglami rasa pusing, mata berkunang-kunang, telinga berdengung, napas tidak teratur, dan muka menjadi pucat.

Tidak lama setelah munculnya salah satu dari beberapa gejala di atas, penglihatan bisa menjadi gelap kemudian korban akan terjatuh. Jika orang tersebut tidak dapat berganti posisi menjadi horizontal, ia dapat meninggal dunia karena efek trauma suspense. Dalam konteks ini sebuah studi mengungkapkan bahwa seseorang yang pernah mengalami episode pingsan memiliki rasio kematian akibat serangan jantung 1,3 kali lipat dari yang tidak pernah pingsan. Sedangkan riwayat pingsan tersebut benar-benar karena kelainan jantung maka peningkatan risiko kematian dalam satu tahun mendatang meningkat 2 kali lipat.

Pertolongan Pertama

Lalu apa yang bisa anda lalukan sebagai tindakan pertolongan pertama ketika mendapati seseorang yang pingsan ?

  • Pertama-tama hal yang harus anda lakukan sebagai pertolongan awal bagi korban pingsan adalah memulihkan kesadarannya. Caranya adalah membaringkan korban atau penderita di tempat yang luas dengan tujuan agar penderita bisa menghirup udara dan oksigen dengan baik.
  • Angkat kaki penderita dengan posisi lebih tinggi dari kepala kira-kira 15-25 cm.
  • Lihatlah apakah wajah penderita pucat pasi atau tidak. Jika benar, sebaiknya posisikan badannya lebih tinggi dari kepala dengan cara menyanggahnya.
  • Jika wajah penderita memerah, posisikan kepala lebih tinggi dari badannya dengan cara menyanggahnya. Hal ini bertujuan agar darah dikepalanya bisa mengalir ke tubuhnya secara normal.
  • Buka lah jalan pernafasan dan bila perlu lakukan pemberian nafas buatan.
  • Berikan rangsangan menggunakan wawangian.
  • Jika penderita muntah, posisi kan badan penderita dengan posisi miring supaya tidak tersedak dan muntahnya bisa keluar.
  • Jika pakaian dan aksesoris pada penderita seperti sabuk, sepatu, baju dan lain lain dengan kondisi terlalu ketat, segera longgarkan. Bertujuan agar darah mengalir dengan mudah dan penderita bisa bernafas dengan mudah.
  • Jika penderita siuman, berikan minum seperti the hangat.
  • Usaplah kepala korban dengan menggunakan air dingin dengan pelan.
  • Setelah itu anda bisa memeriksa kondisi fisik korban untuk melihat apakah ada luka akibat terjatuh tadi.
  • Periksa kembali seluruh tubuh untuk melihat apakah terdapat bengkak atau perubahan bentuk yang disebabkan karena jatuh.
  • Bila pertolongan tidak berhasil dalam beberapa menit, segera bawa korban ke dokter atau paramedic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *