Menu

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Stroke

Pertolongan Pertama Pada Penyakit Stroke

Penyakit yang menjadi penyebab kematian kedua setelah serangan jantung adalah stroke. Di Indonesia, penderita stroke sangat tinggi dan menduduki urutan pertama di Asia. Sebagaimana serangan jantung, penyakit stroke ini tidak hanya menyerang orang-orang yang sudah berusia lanjut, namun juga usia produktif.


a. Kenali Gejalanya

Sebelum melakukan tindakan lebih lanjut terhadap orang yang tiba-tiba terkena serangan stroke, anda harus mengenali terlebih dahulu seperti gejalanya.
Gejala-gejala yang lazim dijumpai pada orang yang terkena serangan stroke adalah sebagai berikut :

  • Orang yang terkena serangan stroke biasanya tidak akan mampu menggerakan sebagian anggota badannya. Penderita juga kerap kali merasa kebas atau kesemutan pada wajah atau tungkai. Dan biasanya hal ini terjadi pada salah satu sisi tubuh saja. Kondisi demikian ini bisa menyebabkan penderita tiba-tiba lumpuh sehingga bisa menyebabkan terjatuh dari posisinya yang berdiri atau duduk.
  • Hal lain yang menandai adanya serangan stroke adalah mata yang tiba tiba kabur atau penglihatan menurun. Ini juga disertai dengan kondisi mulut yang sulit menelan dan berbicara.
  • Bahkan penderita juga akan mengalami penurunan kesadaran dan nyeri kepala yang hebat yang timbul secara tiba-tiba.
  • Berdasarkan uraian diatas, ada tiga cara yang bisa kita lakukan untuk mendeteksi apakah seseorang positif terserang stroke atau tidak, yakni dengan memeriksa kondisi otot wajah, gerakan lengan dan kemampuan berbicara.
  • Kondisi otot wajah ini dapat diamati ketika penderita tersenyum. Jika salah satu sisi wajah kelihatan kurang bergerak, ini tandanya abnormal.
  • Pada gerakan lengan, ini bisa diamati dengan menutup mata, kemudian lengan diangkat sebahu. Jika ada satu sisi yang tidak bisa bergerak atau kurang, ini juga disebut abnormal.
  • Sedangkan pada kemampuan berbicara, kondisi yang abnormal diatas dijumpai, dapat disimpulkan orang tersebut memang terindikasi terkena serangan stroke.

b. Pertolongan Pertolongan

Berikut adalah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menolong penderita agar tidak kondisinya tidak semakin parah. Intinya, pertolongan ini dimaksudkan untuk menyelamatkan penderita dari serangan stroke yang mematikan ini.

  • Penderita sadar. jika anda mendapati seseorang yang jatuh karena serangan stroke tapi masih sadar, biarkan penderita tetap ditempatnya. Anda cukup membantunya untuk mengambil posisi duduk supaya tidak terjatuh lagi. Jangan pernah sesekali memindahkannya karena dikhawatirkan dapat dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah halus di otak.
  • Cara menidurkan penderita adalah dengan posisi kepala lebih tinggi dari jantung. Kira-kira 15-30 derajat, dengan kaki sedikit tekuk. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya peninggian tekanan didalam kepala. Posisi ini bisa digunakan selama perawatan di rumah sakit.
  • Penderita tidak sadar jika penderita tidak sadarkan diri dan mungkin juga muntah-muntah, baringkan dengan posisi miring ke sisi kiri supaya ia bisa muntah dengan mudah.
  • Pada penderita dengan kondisi seperti ini, kepala penderita tidak boleh diangkat.
  • Jika penderita tidak bisa bernafas, berikan bantuan pernafasan melalui mulut dengan cara nafas buatan. Selain itu jantung penderita juga harus dirangsang dengan memberikan tekanan kejut.
  • Jangan memberikan air minum. Jika penderita sudah dibaringkan, jangan sesekali memberikan air minum. Hal ini tidak boleh dilakukan karena lebih dari 60% penderita stroke mengalami gangguan menelan. Jika misalnya anda tetap memberikannya, ia pasti tersedak.
  • Segera cari pertolongan medis. Jika pertolongan pertama sudah anda berikan, langkah selanjutnya adalah sesegera mungkin mencari bantuan medis seperti dokter, puskesmas, atau unit gawat darurat.

Jangan sesekali melakukan intervensi yang berbahaya seperti menusuk jari dan pembuluh darah. Bantuan medis diperlukan dalam waktu cepat karena penderita stroke harus mendapatkan penanganan medis dalam waktu kurang dari 3 jam, terhitung sejak serangan dimulai. Jika tidak, kondisi penderita akan semakin parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *