Menu

Pertolongan Pertama Pada Saat Serangan Jantung

Pertolongan Pertama Pada Saat Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan penyakit paling mematikan di dunia, seringkali kita menyadari bahwa penyakit yang satu ini dapat mengintai siapa saja, termasuk kita, keluarga, kerabat, dan mungkin tetangga kita. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui apa saja yang harus perlu lakukan sebagai tindakan pertolongan pertama terhadap penyakit. Sebagai mana dikatakan salah satu sumber, pertolongan pertama pada serangan jantung termasuk salah satu jenis pelatihan yang diajarkan pada pelatihan perawatan darurat. Hal ini karena serangan jantung tergolong salah satu penyebab kematian mendadak terbesar didunia. Sehingga, jenis pelatihan ini akan sangat bermanfaat khususnya dalam mencegah makin meningkatnya angka kematian akibat serangan jantung di dunia.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama untuk penyakit yang mematikan ini

Kenali gejala nya

Langkah pertama adalah mengenali cirri-ciri seseorang yang terkena serangan jantung. Pada penderita yang mengeluh nyeri dada kemudian jatuh pingsan, segera periksa apakah ia mengalami serangan jantung. Ciri-ciri serangan jantung adalah sebagai berikut :

  • Periksa kesadaran. Tingkat kesadaran dari penderita dengan henti jantung sangatlah menurun. Bahkan, penderita tidak merespon terhadap rangsangan nyeri. Pertama-tama, coba panggil nama penderita. Bila penderita tidak merespon, berikan rangsangan nyeri seperti mencubit kulit lengan atau tekan kuku penderita dengan kuku anda. Penderita dengan henti jantung tidak ada merespon.
  • Periksa pernafasan. Ada teknik yang disebut sebagai look, feel, and listen (lihat, rasakan dan dengar). Caranya adalah dekatkan pipi anda ke dekat jantung penderita dan arahkan pandangan anda pada dada penderita. Selanjutnya, look (lihat) apakah terdapat gerakan pernafasan, yakni gerakan naik turun pada dada, lalu fell (rasakan) dengan pipi anda apakah ada hembusan udara pernafasan yang keluar dari penderita. Selanjutnya, listen (dengar) apakah terdapat suara pernafasan. Kita tidak akan menemukan adanya tanda-tanda pernafasan pada seseorang dengan henti jantung.
  • Periksa nadi. Dianjurkan pemeriksaan nadi dilakukan pada nadi besar, yakni nadi karotis. Nadi karotis terletak di kiri-kanan leher, kira-kira dua jari ke sisi kanan dan kiri dari pertengahan tengah leher. Dengan jari, raba nadi dan rasakan ada tidaknya denyut nadi. Waktu yang dianjurkan untuk memeriksa nadi ialah 10 detik saja kita tidak akan merasakan adanya denyut nadi pada seseorang dengan henti jantung.
  • Cirri lainnya ialah ujung jari kaki dan tangan mulai terasa dingin, wajah pucat, dan bibir kebiruan. Bila kuku jari dari penderita ditekan kemudian dilepas, maka warna merah pada kuku akan kembali dengan lambat. Pada orang normal, jika kuku jari ditekan dan kemudian dilepas, warna merah akan kembali dalam waktu kurang dari 2 detik.

Panggil bantuan medis

  • Ketika menjumpai seseorang yang terkena serangan jantung, jangan panic. Jika disekitar lokasi terdapat dokter, klinik, atau praktik dokter, segera panggil dan minta bantuan.
  • Jika tidak ada, segera telpon rumah sakit terdekat atau Unit Gawat Darurat. Mintalah untuk dikirimkan ambulans dan dokter agar penanganan lebih lanjut bisa segera dilakukan.
  • Jika tidak, langsung bawa korban ke rumah sakit terdekat. Selama dalam perjalanan, hubungi Unit Gawat Darurat dari rumah sakit yang dituju. Beritahukan bahwa anda sedang membawa penderita serangan jantung dan akan tiba dalam beberapa menit. Dengan demikian, dokter dan tenaga medis dapat mempersiapkan alat dan obat-obatan yang akan dibutuhkan.

 

Berikan pompa jantung dan nafas buatan

  • Jika korban serangan jantung terjadi di tempat umum, minta agar orang-orang yang ada disana tidak berkerumun disekitar korban sebab tidak baik bagi kondisi si penderita. Hal ini bertujuan untuk memberikan udara segar bagi penderita. Langkah selanjutnya merebahkan nya dengan posisi terlentang ditempat dengan permukaan keras, misalnya lantai. Posisikan tangan korban lurus disamping tubuhnya. Topang lehernya dengan tangan dan tengadah kan agar mudah bernafas.
  • Kemudian cek nadi karotis yang ada di leher, baik disisi kanan atau kiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui denyut jantung si korban. Jika denyut nadinya masih ada, cek nafas nya menggunakan telinga dengan cara di tempelkan ke mulut korban. Perhatikan ada hembusan nafas atau tidak.
  • Jika tidak ada denyut jantung, segera lakukan RJP (resusitasi jantung dan paru) dengan menekan bagian jantung sebanyak 7 kali dan berikan jeda.
  • Usai menekan bagian jantung, berikan nafas buatan melalui mulut sebanyak 2 kali. Sebelumnya, tutuplah hidung korban lalu bukalah mulutnya dan masukan udara melalui mulut.
  • Jika ada orang lain di lokasi kejadian, mintalah untuk segera menghubungi ambulans. Jika tidak, miringkan korban lalu hubungi ambulans dan pertolongan lanjutkan kembali.
  • Pemompaan dapat dihentikan bila petugas medis sudah datang, penolong kelelahan, dan tidak ada penolong lainnya. Atau tindakan ini telah diberikan dalam waktu 20 menit tanpa ada perbaikan (penderita masih tidak sadar, nafas, dan denyut nadi tidak ada).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *