Menu

Pola Makan Seimbang Untuk Bayi dan Balita

Pola Makan Seimbang Untuk Bayi dan Balita

Makanan yang ideal harys mengandung cukup energy dan zat esensial sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Pemberian makan yang berlebihan akan mengakibatkan obesitas, sedangkan kelebihan zat gizi tersebut dan menjadi racun bagi tubuh, seperti hipervitaminosis A, hipervitaminosis D, dan hiperkalemi. Berbanding terbalik dengan kelebihan zat gizi kekurangan energy dalam waktu lama berakibat menghambat pertumbuhan dan mengurangi energi dalam tubuh  sehingga terjadi marasmus (gizi kurang atau buruk). Kekurangan zat esensial mengakibatkan defisiensi zat gizi tersebut seperti xeroftalmia (kekurangan vitamin A) dan rakhitis (kekurangan vitamin D).

Pola Makan Seimbang untuk Bayi

Cara pengolahan makanan yang diberikan yaitu menggunakan ASI. Namun seiring dengan tumbuh kembang bayi tersebut, diperlukan makanan pendamping ASI. Cara dan definisi pengolahan pemberian makanan bayai adalah sebagi berikut :

  1. Pemberian ASI Ekslusif ( Exclusive breastfeeding). Bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan atau minuman lain termasuk air putih, kecuali obat, vitamin dan mineral, serta ASI yang diperas.
  2. Pembeian ASI Predominan ( Predominant breastfeeding) Selain Mendapat ASI, bayi juga diberi sedikit air minum, atau minuman lain, seperti
  3. Pemberian ASI Penuh (Full breastfeeding). Bayi mendapat salah satu ASI eksklusif atau ASI predominan.
  4. Pemberian Susu Botol (Bottle feeding). Cara pemberian makanan bayi dengan menggunakan jenis susu apa saja termasuk peredaran ASI pada botol
  5. Pemberian ASI Parsial (artificial feeding). Sebagian menyusui dan sebagian lagi susu buatan, formula, sereal, atau makanan lain
  6. Pemberian Makanan Pendamping ASI tepat waktu ( Timely Complemntary feeding). Memberi makan bayi makanan lain di samping ASI ketika waktunya tepat, yaitu mulai 6 bulan.

Rekomendasi Pemberian Makanan Bayi

Pada usia 6 bulan, bayi sudah bias diberikan makanan tambahan pendamping ASI (MP-ASI). Hal tersebut bias dilakukan karena bayi sudah mempunyai reflex mengunyah dengan pencernaan yang lebih kuat. Makanan tambahan yang diberikan dalam betuk lumat dan rendah serat, seperti pisang yang dilumatkan, sari jeruk, labu, papaya, dan biskuit yang dilumatkan dengan susu. Pola pemberian dilakukan secara bertahap sebanyak 2 sendok makan perwaktu makan dan diberikan 2 kai sehari. Kenalkan jenis makanan 2.3 hari abru lanjutkan jenis masakan makanan yang lain.

Pada usia 7 bulan, mulai dikenalkan bubur tim saring dengan campuran sayuran dan protein hewani-nabati sehingga pola menunya terdiri dari buah lumat, bubur susu, dan nasi tim saring. Mulai usia 8 bulan, bayi sudah bias diberi tim cincang untuk membantu merangsang pertumbuhan gigi, meskipun belum tumbuh gigi, bayi dapat mengunyah dengan gusi. Untuk meningkatkan kandungan gizi, maknanan pada usia ini dapat ditambah minyak. Minyak akan menambah kalori dan meningkatkan penyerapan vitamin A.

Pada usia 9 bulan, secara bertahap mulai dikenalkan makanan yang lebih kental dan diberikan makanan selingan 1 kali sehari. Makan selingan tersebut dapat berupa bubur kacang hijau, pudding susu dan biskuit susu. Masuk usia 10 bulan, kepadatan makanan ditingkatakan mendekati makanan kelaurga, mulai dari tim lunak sampai akhirnya nasi pada usia 12 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *